Kamis, 30 April 2015

Bunuh Si Pembunuh ( Part-2 )





"Bla, bla, bla, aku punya sesuatu yang belum ku urus denganmu, dan harap segera ke tempatku jika kau tidak keberatan." Jeff jengkel.
Jane berpikir tentang apa yang ia katakan saat ia menjelaskan semua padanya.
"Apa yang salah?" Jane berteriak keras ... Melupakan Jeff sedang berbicara di telepon dengan kata kata kasar hingga ia berfikir kembali tentang menyadarkan jeff.
"Persetan kau jeff sialan ... .." Jane hanya bersumpah pada saat ini. "Kenapa aku memakai masker? Atau menghayal memiliki anak-anak, semua yang mereka lakukan adalah makan,buang kotoran, dan berteriak; Seperti aku benar-benar ingin berurusan dengan omong kosong itu. "Jane cepat mengumpulkan set pisau nya sendiri dan menuju ke tempat jeff.
**
Memasuki pondok kecil di tengah hutan, sosok tinggi dan gelap merunduk di bawah salib kuburan.
Slenderman lalu duduk di kursi seperti pemalas dan kakinya terjepit pintu gubuk membenturkan di pintu. Mendesah ia berdiri dan menyeret sakit anggota badan yang terlalu panjang itu ke pintu. Berdiri di pintu masuk runtuh itu Jeff dan Jane telah tiba, keduanya tampak benar-benar marah.

"Yo Slendy , kami memiliki masalah besar." Jeff telah mulai.
Pada akhir Slenderman itu muntah lalu keluar jendela. Jeff berusaha untuk tidak membayangkan bagaimana rasanya bagi seorang pria untuk membersihkan mulut saat muntah.
Setelah beberapa saat mereka bertiga duduk membahas bagaimana mereka akan menangani masalah mereka, dan diputuskan bahwa mereka semua mengejar target pembunuhan,siapa yang paling banyak membunuh,dia pemenangnya.

Jane berdiri di luar rumah sasaran nya. Seorang wanita berusia 15 tahun yang merasa baik-baik saja di rumahnya.
Setelah memastikan orang tua gadis itu telah meninggalkan rumah, Jane menyelinap. jane masuk perlahan,sangat hati-hati supaya tidak ada suara berderit, ia berjalan ke kamar wanita itu.dengan Hati-hati ia melihat ke dalam celah pintu gadis itu. Jane memutuskan untuk membunuhnya dengan tenang.
Kepala gadis itu berbalik. Kedua matanya menatap jane,dia menjerit di tempat itu.
"Oh Tuhan" gadis itu lari dan melompat dari jendela rumahnya.
Wanita itu tidak tau apa apa tentang jane,mungkin dia ketakutan saat melihat wajah jane yang terlalu cantik baginya.
Jane Membentak Mayat Gadis itu di atas jendela kamarnya!..
jane meliha mayat gadis itu,dia menangis...dia belum mati..lalu jane manghampiri gadis yang tergeletak di halaman rumah itu. 
apa kau tau uruf terakhir dari namaku?,HURUF E...jane berteriak ke gadis itu,sambil menorehkan pisau ke tenggorokan gadis itu membentuk hurup E.
Aku Menggunakan Tanda Tanya Saat Aku Bertanya,jadi aku akan tuliskan tanda tanya di tenggorokanmu.
Gadis itu duduk di sana menangis, darah menetes dari sudut mulutnya, ingus menetes dari hidungnya. Perutnya buncit mengerikan dan ia mengalami kesulitan bernapas. Dia menatap Jane mencoba untuk berbicara, tetapi ia melihat mata yang dingin dari kegelapan.
Jane mengambil pisau dan perlahan-lahan menusuk menuju ke gadis itu. Senyumnya sadis, miring dengan tarikan yang tidak biasa dan takut di wajahnya. Pisaunya menusuk ke perut gadis dan merobeknya sampai terbuka. Sekarang gadis itu hanya memiliki sedikit waktu lagi untuk hidup. Dia tidak bisa menangis, apalagi berbicara.
Jane berdiri di sana tersenyum padanya, mengamati cahaya memudar dari matanya. Berbalik, ia tersenyum kembali.
ini hanya sebuah terror. kata jane sambil pergi dari rumah gadis itu.

beralih ke jeff.
Jeff duduk di bawah pohon di luar rumah korbannya, gadis yang ia buru adalah gadis berusia 14 tahun yang akan menciptakan cerita mengerikan tentang saat saat tertidur..
Dia berjalan ke ruangan rumah gadis itu,melihat sekeliling bahkan memandang ke luar jendela.dia menutup pintu di belakangnya. Ketika Jeff melihat apa yang ada di balik pintu, ada yang dipasang di belakang pintu, adalah hidup poster dirinya. Dengan tidak berpura pura,dia masuk ke kamar gadis itu dan  menakut-nakutinya.
Dia berteriak kepada ibunya, tapi apa yang dia tidak tahu adalah bahwa Jeff sudah membungkam keluarganya.
"Kamu ingin menjadi cantik seperti saya kan?" Jeff berkata kepada gadis itu seolah olah melakukan yang terbaik untuknya dan terdengar romantis.
Gadis itu berjuang kabur dari cengkraman jeff. wajah mengerikan di depannya itu tidak seperti saat berkhayal tentang sesuatu yang horror. Wajah putih nya membuatnya ingin muntah..
"Lihatlah,kau memang ingin terlihat seperti saya sekarang,kau akan terlihat seperti saya. Sama seperti saya. "Membawanya keluar dari jendela ke dekat kolam renang di rumah gadis itu, dia tertawa sinting. "Sama seperti saya, kita akan selamanya indah."
itu hanya sebuah omong kosong, Jeff ingin mencuci mulut gadis itu dengan sabun, siapa yang ingin seorang gadis berusia 14 tahun menjadi temannya. Dia membenci gadis berusia 14 tahun ketika ia berusia 14,dia selalu tersakiti..Tidak ada yang berubah setelah bertahun-tahun berlalu.
Dia Menjatuhkan Gadis itu di penggiran kolam renang,gadis itu sudah kehabisan tenaga karna cengkraman jeff yang kuat,lalu jeff  mengeluarkan sebuah korek api yang biasa ia bawa lalu membakar gadis itu hidup hidup.
jeritan gadis itu membuat jeff semakin senang hingga jeritan itu tidak ada lagi,jeff terheran dan jeff mencoba menggulingkan gadis itu ke kolam renang.
"Ups ... .Aku Pikir mungkin aku lebih suka memasak domba panggang."jef tertawa lalu Melompat keluar dari rumah itu.
jeff berpaling dan Dia menatap gadis itu. Dia dibakar sampai garing tapi entah bagaimana masih bernapas. Gadis itu mencoba tersenyum ke arahnya, tapi gagal.
"Apakah saya cantik sekarang?"ucap gadis yang sekarat itu.
Jeff mundur, ini bukan reaksi yang dia harapkan.
"Apakah kamu cantik sekarang?" "Ada Apa dengan gadis-gadis hari ini? Mengapa Kau tidak mati? "Jeff kesal padanya.
"Karena, aku mencintaimu Jeff, aku ingin bersamamu selamanya, aku ingin memiliki anak-anak darimu."
Dia mencoba duduk di dekatnya, yang seharusnya tidak mungkin ia lakukan. (Tapi ini adalah kehidupan jeff jadi,mengapa tidak.)
Jeff memiringkan kepalanya ke belakang dan tertawa sampai ia terengah-engah. Gadis itu menatapnya aneh. Mengapa ia menertawakannya.
"Aku ... aku tidak bisa memiliki anak bodoh ... .aku tidak memiliki penis. aku kehilangan benda itu dalam kecelakaan ritsleting yang mengerikan ketika aku mencoba untuk berhubungan dengan Jane ... 
Gadis itu tampak ngeri.Tapi kemudian dia berfantasi tentang jeff. Mungkin dia hanya bisa berpura-pura bahwa Jeff tidak pernah mengatakan bahwa dia mencintainya. Jeff terus tertawa dan berbicara dengannya."Dan apa yang membuat kamu berpikir  bahwa aku ingin seorang gadis setiap aku membunuh? Dengar, aku psikopat. Belum lagi, aku benar-benar tidak mengenali wajahmu sekarang. Bukan berarti kamu memiliki masalah itu lagi kan, sekali lagi kamu tidak memiliki wajah lagi. "
Gadis itu mencoba untuk menangis tapi saluran air mata nya telah terbakar. Dia mendongak tepat pada waktunya untuk melihat Jeff menjulangkan pisau di atas tubuhnya.
"CEPATLAH TIDUR" Jeff menggorok lehernya dan berjalan pergi. jeff Melihat ke belakang, ia menghela napas.hmmm,Anak-anak jaman sekarang .... ucap jeff.
**
Beralih kembali ke slenderman.
Slenderman menyelinap di dalam hutan di belakang rumah korbannya. Dia memiliki hukuman terburuk yang bisa dibayangkan dalam pikiran korbannya..
Kisahnya adalah yang terburuk dari yang terburuk, kenapa dia memilih seorang yang istimewa sebagai korbannya.. 
Dia setengah melintasi di halaman rumah korban lalu ia dihentikan oleh satu set lampu. Dia terkejut, itu hanyalah cahaya, oh sialan.
Tidak sekarang, mungkin tidak sekarang tidak sekarang, prasaan slenderman mulai resah ketika rencananya hampir selesai. cahaya dari lampu itu mulai mati dan keluar melangkah seorang pria. Yang tampak seperti pria umur  30 tahunan.
diam di situ slenderman atau alat pacu jantung akan di tempatkan di lubang anus mu... ucap pria itu
slenderman tidak berani membunuh pria itu karna dia teringat sosok ayahnya di masa lalu yang berkata hal yang sama seperti yang di ucapkan pria itu..
akhir rencana,slenderman lah yang telah gagal dalam misi pembunuhan ini!.................
jeff dan jane hanya bisa tertawa gila melihat slenderman yang telah gagal.

Bunuh Si Pembunuh ( part-1 )




Gubuk gelap, hampir, terlalu remang-remang untuk orang normal melihat ke dalam. setelah bertahun-tahun mengembara dalam kegelapan matanya terbiasa dengan tidak adanya cahaya. Satu-satunya sumber cahaya adalah layar komputer kecil, terlalu tua untuk melakukan lebih dari sekedar proses pencarian di internet.
Dalam cahaya tenang monitor, Dia adalah orang aneh. dia dikenali sebagai manusia. Matanya merah dengan ketidakmampuan untuk berkedip, dan karena kurangnya kelopak mata. dengan kulit putih melepuh di wajahnya, juga seluruh tubuhnya. Dan bekas luka adalah bagian yang paling mengganggu, luka bakar yang sembuh menyebabkan pengelupasan dan kemilau yang mengerikan. Orang ini tidak lagi manusia, baik di dalam tubuh maupun dalam jiwa. Jumlah kecil emosi yang tersisa dalam dirinya hanya marah. Cinta adalah sebagai suatu hal yang tidak nyata untuk dia yang seperti bulan.
Dia duduk di sana menatap layar,mulutnya yg sobek miring ngeri saat ia membaca. wajah yang rusak itu terlihat menjijikan.
Di depan matanya dia membuka satu hal yang paling mengganggu yang pernah dia dibayangkan. Beberapa perempuan, telah menulis sesuatu, di luar yang dibaca, melewati batas imajinasi ke kekanak-kanakan. Sebuah ejekan bagi jeff. Klaim tentang pengetahuan duniawi tentang tubuhnya yang terganggu, dan bahkan jeff sedikit mual. Ini sudah cukup baginya.
Dia berdiri dari posisi berlutut di lantai, meraih pisau, dan menuju ke sebuah rumah di dekatnya. Cepat dan diam-diam ia pindah di sekitar tempatnya, ini bukan waktu untuk bersandiwara yang normal. Tidak ada awal, ada kata "cepatlah Tidur" yang membuatnya terkenal..
**
"MENGAMBIL SESUATU DI BAWAH!" Dia berteriak di depannya. sangat mengganggu untuk dilihat, Jane tidak peduli lagi. Bertahun-tahun lalu dia akan membunuh Jeff,dia  diberi setengah kesempatan. Hari ini, bagaimanapun, dia jarang bertemu jeff di siang hari. Keindahan keluarga yang dirusak jeff tidak lagi menyakitinya.
Mendamaikan sekali,perbedaan nya dengan Jeff telah meninggalkan kesan,dia benar-benar kehilangan kata kata untuk jeff, semua karena mereka mencoba untuk mengenang kisah indah di masalalu.jane sedikit mengingat kenangan beberapa tahun yang lalu. Jane hampir tersedak soda nya memikirkan parodi itu.
Dering telepon sentak keluar dari pikirannya. Siapa yang menelepon dia ....
"hii jane, masih ingat saat kau menusuk ku dengan pisau cantikmu, bagaimana mungkin kau bisa melupakan itu?" Dia  menelpon sambil tertawa.

"Apa Kau Di Neraka Jane?" tanya nya. "Apakah Kau meminum semacam pil  kesenangan hari ini?"

Jane Terkejut dan ia menggeram kepada si penelpon.
"Dengar Kau hangus pergi, hanya karena aku tidak lagi ingin membunuh mu untuk yang telah melukaiku tidak berarti bahwa aku harus terus dendam padamu." Jane menghela napas. Dia hanya ingin menyadarkan jeff,bahwa yang dilakukannya selama ini adalah salah?

The Puppeteer



Sebagai seorang gadis kecil, aku senang bermain dengansegala macam mainan. mobil, blok mainan, Barbie, hal-hal seperti itu. Tapi mainanfavorit ku adalah bermain dengan itu boneka ku yang bernama Boi. Boi selalubegitu menyenangkan jika aku bermain dengannya! Dia memiliki mata hitam, hidungmerah muda, dan senyum yang di jahit di mulutnya, rambut benang oranye, kemejabergaris-garis hijau dan kuning, celana jeans biru terang, dan sepatu tenismerah. Dia selalu begitu baik padaku. Ketika aku masih sedih, dia akan menghiburku.Ketika aku marah, dia akan menenangkanku dengan menceritakan lelucon lucu.
Ibuku sudah aku beri tahu kalau boi bisa bicara, tapi iaberfikir kalau itu sesuatu yang anak-anak akan katakan. Dia tidak pernahpercaya padaku.

Ketika saya mulai TK, aku membawa Boi pada hari pertama.Guru tidak memperhatikanku dan anak-anak lain berpikir kalau boi itu keren.Salah satu anak bertanya apakah dia bisa memegang Boi. Aku bilang tidak, karenaBoi adalah milikku. Bahkan Boi tidak setuju. Anak itu marah dan mengambil Boidariku, dan terus menarik lengan nya. Lengan Boi pun robek. Aku mulai berteriakdan aku pun berkelahi dengan anak itu sampai warna merah bercucuran di mana mana.Guru pun memisahkan kami dan mengatakan kepada ku untuk pergi ke kantor. Akumengambil Boi dan lengannya lalu pergi ke kantor.
"Apakah kau baik-baik saja, Boi?" Aku bertanya.Dia menghela napas dan mengangguk. "Aku baik-baik Saja. Kita hanya perluuntuk menjahit kembali dan mendapatkan lebih banyak dendam pada anak itu."

"Bagai Mana Caranya?" Aku bertanya,  Mulut Boi membuka dan mengungkapkan senyummenyeramkan. "Saya akan memberitahu Kamu bagaimana Caranya, OK?"

Aku mengangguk dan pergi ke kepala sekolah. Aku diskorsselama dua minggu dan mama datang menjemputku.

Mama marah dan diam dalam mobil selama perjalanan. Ketikakami sampai di rumah, ia mengirim ku ke kamar ku dan mengatakan dia akanmemperbaiki Boi nanti. Aku pergi ke kamarku dan duduk di sudut, berbicaradengan Boi.

"OK, Marionette. Inilah yang aku ingin kamulakukan." Boi berbisik, "Aku akan masuk ke dalam tubuh mu dan kamiakan menemukan anak itu dan kita akan mendapatkan pembalasan."

Aku tersenyum dan mengangguk.

"Sekarang, buka mulut, Mary." Instruksi boi."Mary, jangan pedulikan apapun,Kamu  harus tidak bersuara. Mengerti?"

Aku mengangguk. Boi menutup mata dengan satu lengannya danaku membuka mulut. Dia merangkak dan akan masuk ke tubuhku. Rasanya seperti apimembakar ku dari dalam ke luar. Aku tidak berani membuat suara, meskipun airmata turun dari wajahku karna rasa sakit. Akhirnya aku merasa rasa sakit iniberhenti,jantung dan darah ku berhenti bergerak. Aku membuka mata dan pingsan.

Aku terbangun di kamarku, tapi terlalu gelap. Aku tidak bisamelihat apa-apa. "Boi?" Aku berteriak.

"Marionette. Saya di dalam diri mu sekarang. OKE? Kitaakan membalas dendam kita sekarang. " Boi mengatakan dari dalam kepalaku.Aku berdiri dan membuka jendela, setelahnya aku berjalan menuruti keinginan boi.Aku berjalan ke rumah anak itu dan mengambil sebuah kunci di karpet bawah. Akumembuka pintu depan dan pergi menyusuri lorong dan membuka pintu pertama,yangaku lihat. Anak yang tadi merobek lengan boi sedang tertidur di tempat tidurnyatertidur terlelap. Aku menggelengkan  kepalanyadan dia terbangun lalu dia menatapku. "Apa yang kamu lakukan disini?"Anak itu menyeringai. Aku diam saja dan anak itu duduk di tempat tidur. Akumengangkat tangan ku, Lalu anak itu mengangkat tangan nya juga. Aku menyuruhdia pindahkan tangan kanannya ke tangan kirinya. "Apa yang kau -?"Aku menutup mulut anak itu dan hanya jeritan teredam datang dari dia.

Aku membuat tangan kanannya memegang lengan kirinya danmembuatnya mulai menarik. Air mata turun dari wajahnya saat lengannya benar-benarrobek dari itu baju tidur itu. Aku dekat dengan telinganya.

"bermainlah kembali." Bisikku

Eyeless Jack


Halo, nama Aku Mitch. Aku di sini untuk memberitahu kalian tentang pengalamanyang aku miliki. aku tidak tahu apakah itu paranormal atau apa pun kata-katabodoh digunakan orang untuk menggambarkan fenomena supranatural, tapi setelahhal yang aku alami, aku percaya bahwa paranormal itu sampah.

Seminggu setelah aku pindah dengan saudara ku, Edwin..setelahrumah ku diambil alih, aku selesai mendekor rumah baru ku. Edwin menyukai ideku, karena kita tidak melihat satu sama lain setelah 10 tahun, jadi saya sangatbersemangat. Aku segera tertidur setelah aku pindah. Setelah 1 minggu berlalu,aku mendengar gemerisik suara yang datang dari luar sekitar jam satu pagi. Akupikir itu adalah rakun, jadi aku abaikan dan mencoba untuk tertidur kembali.Keesokan paginya, aku mengatakan kepada Edwin tentang hal itu, dan dia setuju.

Malam berikutnya, namun, ku pikir aku mendengar sesuatu lalumembuka jendela dan terdengar bunyi gedebuk keras, seolah-olah sesuatu memasukikamarku. Aku melesat dan melihat sekeliling kamar, tapi aku tidak melihat apapun. Keesokan paginya, Edwin menjatuhkan cangkir kopi ketika ia melihat ku. Diamengambil cermin terdekat dan aku melihat diriku. Aku punya luka besar di pipikiri.
Setelah aku dilarikan ke rumah sakit, dokter mengatakan kepadaku bahwa aku pasti tidur sambil berjalan, tapi kemudian ia menunjukkan sesuatuyang membuat darah saya menjadi dingin. Dia mengangkat kemejaku dan mengatakan."Kamu entah bagaimana kehilangan ginjal kiri mu tadi malam. Kita tidaktahu bagaimana, meskipun. Maaf, Mitch. "Dokter berkata begitu padaku.

Malam berikutnya. Sekitar tengah malam, aku terbangun untukmelihat pemandangan yang benar-benar mengerikan. Aku menatap dan berhadapandengan makhluk dengan hoodie hitam dan topeng biru tua tanpa hidung atau mulutmenatap ke arahku dengan membawa sebuah pisau bedah. Hal yang paling akutakutkan adalah bahwa wajah itu tidak ada mata. Hanya tatapan hitam yang kosong.Makhluk itu juga memiliki  sesuatu yanghitam menetes dari mata itu. Aku meraih kamera ku di atas perapian danmengambil gambar. Setelah aku mengambil gambar, makhluk itu menerjang ke arahkudan mencoba mencakar lalu membuka dadaku untuk mengambil paru-paru ku. Akuberhenti dengan menendang  wajahnya. Saataku berlari keluar dari kamar, aku mengambil  dompet. aku akan butuh uang. Aku berlarikeluar dari rumah kakakku malam malam. hingga akhirnya berakhir di hutan dekatrumah dan tersandung batu.
Orang tua ku membawa ku kembali ke rumah untuk mengumpulkanbarang-barang yang tersisa, yang aku lakukan. Setelah memasuki ruangan ku, akutakut, tapi tetap tenang. Aku meraih kamera kemudian berhenti di trek ku. Dilorong menuju kamar ku, aku melihat Edwin,tubuh dan sesuatu yang berbaring kecidil sebelahnya.Lalu  Aku mengambil halkecil dan masuk ke mobil orangtua ku, aku tidak menyebutkan mayat pada Edwin.Aku melihat hal dan memegang  sesuatu ditangan kiriku  yang hampir membuatkumuntah. Aku memegang  ginjalku yang dicurisetengah oleh mahluk itu, dengan beberapa substansi hitam di atasnya.

SLENDERMAN



Setelah terbangun dari tidur dengan terkejut,seorang gadis segera Mencapai tombol lampu di samping tempat tidur, dia mencoba mengingat apa yang telah membangunkannya. Ketika dia tidak bisa kembali tertidur, gadis itu mengayunkan kakinya ke sisi tempat tidur dan menghela nafas. Memeriksa jam di telepon, dia melihat sekarang sudah tengah malam. Mengetahui bahwa dia tidak bisa tidur lagi setelah terbangun, dia meninggalkan kamar tidurnya untuk pergi ke dapur, untuk membuat secangkir kopi,pikirnya.

Saat ia melewati pintu depan rumahnya,hawa dingin menyebar seperti serasa di bawah tulang punggungnya. Ini hanya musim dingin, katanya pada diri sendiri, fokus lagi pada rencana kopi.dia  mengeluarkan sendok,kopi bubuk,gula, air, dan mempersiapkan cangkirnya lalu terus nya diaduk, tetapi pikirannya tidak ke kopi yang ia buat.hawa Dingin kembali terasa dan dia tidak bisa apa apa,dia kembali melirik ke pintu depan. dia berdiri dengan wajah yang polos, selalu seperti itu.seperti terpaku,tapi dia tidak berani mengetahui apa yang terjadi sebenarnya . Beralih kembali ke kopinya, dia tidak memikirkan hal itu lagi..

Dengan cangkir di tangannya, ia mulai kembali ke kamar tidurnya. Saat ia berjalan di pintu depan, dia memutuskan bahwa ingin sedikit mengintip dari lubang pintu depan akan membantu menenangkan pikiran yang gelisah itu.hawa Dingin memperparah  setiap langkahnya ia menuju ke pintu dan jauh dari kehangatan selimut nya.melawan hawa dingin Dia menekan gagang pintu dengan tangannya dan mengambil napas dalam-dalam sebelum matanya mengintip.

Pada awalnya, dia hanya bisa melihat kegelapan dan entah bagaimana tampaknya berputar-putar dalam dirinya sendiri. Ketika ia berkedip karena terkejut, kekosongan mencair. Dia berharap hal itu tidak pernah ada. Di tempat itu,berdiri seorang pria. tangan dan kaki nya panjang dan terlihat canggung, dengan tentakel di bagian belakang sebagai senjatanya , tidak itu seperti cabang-cabang pohon. Makhluk itu memakai stelan jas hitam, entah bagaimana mungkin hal yang lebih mengerikan terjadi pada dirinya., bagaimanapun, adalah apa yang dia lihat itu pria tanpa wajah seperti baru bangkit dari neraka. pikirannya shok,pandangannya agak sedikit buram dan sangat horor.

Dia mendorong dirinya dari pintu keluar dengan tangan masih menempel itu. rasa panas dari cangkir kopi jatuh,kopi panas itu menyentuh kaki nya saat ia jatuh ke belakang dan mencoba untuk merangkak menjauh dari pintu. Dia tahu, entah bagaimana, bahwa pikirannya tidak sesuai dengan dirinya. Saat ia berjalan menjauh dari pintu, ia melihat sesuatu yang  hitam seperti kekosongan ia pertama kali melihat ular di sekitarnya melalui celah-celah. Gadis itu terjebak antara naluri untuk melarikan diri dan firasat tidak kembali menutup pintu. Ketika pintu tersentak, dorongan untuk melarikan diri datang dan dia menyelinap ke dalam untuk kembali ke kamarnya walaupun kakinya terasa terbakar.
Dia tahu dalam hatinya bahwa ia menjebak dirinya sendiri ke sudut ruangan, tapi dia harus pergi dari pintu itu. Gadis itu tengah menyusuri lorong ketika mendengar pintu terkunci sendiri sebelumnya berderit terbuka. Dia menjerit dan menyelinap masuk.
Setelah itu, hanya ada kegelapan.

"Nicole?" Dengan suara laki-laki,hangat terdengar,wanita itu keluar dari persembunyiannya. Saat ia berbalik, ia bertemu dengan salah satu dokter adiknya itu. Dia mengangguk, tidak yakin apakah ia harus mengatakan apa, atau bahkan jika dia memiliki sesuatu untuk dikatakan. Pagi itu, dia sudah telepon mendesak dari rumah sakit, mengatakan bahwa adiknya, Lindsay, ada di sana. mereka bahkan telah membiarkan dia melihatnya, dokter telah menariknya ke samping dan bersikeras bahwa mereka berbicara dengannya tentang apa yang mungkin terjadi. seperti sebuah 'serangan' telah dilemparkan ke dirinya,dan Nicole merasa pusing.

dia masih belum sepenuhnya mengerti apa yang telah mereka katakan sampai dia melihat Lindsay dengan matanya sendiri. Adiknya memiliki perban melilit di kepalanya, yang meliputi kedua telinganya. Mereka mengatakan hal itu untuk menjaga infeksi dari luka Lindsay yang telah membuat telinganya rusak. Para dokter telah menduga bahwa baik dia atau orang lain bahwa ada yang terjadi terhadap sesuatu.hal pertama dan kedua adalah luka bakar di tangannya.

apa yang terjadi? ada apa dengan semua ini...ini seperti mimpi buruknya,tapi ini memang nyata,hayalan tentang adiknya ini terjadi setelah ia melihat wajah yang rata itu!
ini seperti mimpi,tanpa sadar,dia tebangun di rumah sakit,ketika ia bertanya apa yang terjadi...mereka hanya menjawab"kamu pingsan di depan pintu rumahmu dan tetangga mu membawamu ke sini."

Jeff The Killer Part 2


“jeff.. sekaranglah saatnya” dia berkata sambil menyibakan tirai jendela kamar.
“ada apa dengan hari ini?” Tanya jeff“sekarang adalah hari ultah billy” jeff benar benar terbangun saat ini
“ibu, kamu tidak serius kan? Ibu tidak berharap aku akan pergi ke pesta anak kecil setelah….” Ada jeda yang lama“jeff kita berdua tahu apa yang telah terjadi. Ibu rasa pesta ini dapat membuatmu riang kembali. Sekarang ganti bajumu” ibu jeff berjalan keluar dari kamar menuju kelantai bawah untuk bersiap siap. Jeff berusaha bangun. Dia memakai sebuah kaos dan jeans kemudian turun. Dia melihat ibu dan ayahnya telah berdandan. Dia berpikir kenapa mereka harus memakai baju mahal hanya untuk datang ke sebuah pesta anak anak?“nak… kamu akan memakai itu?” Tanya ibunya“lebih baik daripada harus ribet” jawabnya. Ibunya ingin sekali memarahinya, namun dia menahannya.
“jeff, mungkin kami terlalu berlebihan, tapi inilah caranya agar orang orang menghormati kita” kata ayahnya. Jeff menggerutu dan kembali ke kamarnya“aku tidak punya baju bagus!” jeff berteriak ke orang tuanya“pakailah sesuatu yang lain” ujar bunya. Dia mencari cari di lemarinya, mencari sesuatu yang Nampak bagus dan mahal. Akhirnya dia menemukan pakaian yang ia anggap cocok..Namun orang tuanya masih Nampak belum puas dengan pilihannya “kau akan memakai itu? ibunya melirik jamnya. “tidak ada waktu lagi untuk ganti baju, ayo berangkat” merakpun berangkat. Mereka menyeberang jalan menuju rumah Barbara dan billy. Mereka mengetuk pintu dan munculah Barbara, sama seperti orang tuanya, dia tampil berlebihan. Jeff menyadari bahwa tidak ada anak anak, hanya orang orang dewasa.“anak anak ada di halaman belakang jeff… pergilah dan berkumpullah dengan mereka” kata Barbara.
“jeff berjalan keluar menuju halaman yang penuh dengan anak anak. Mereka berlarian memakai baju baju koboy, dan saling tembak menggunakan pistol mainan. Tiba tiba ada seorang anak menghampirinya dan memberinya pistol mainan dan topi.
“hey… mau main baleng?” katanya“oh tidak nak, aku terlalu tua untuk itu” anak it uterus melihat jeff dengan wajah aneh.
“cekali caja.. pwease..” pinta si anak. “baiklah” kata jeff. Dia memakai topi dan mulai berlagak seperti menembaki si anak. Awalnya dia merasa konyol, namun kelamaan dia menikmatinya juga. Mungkin hal tersebut adalah pertama kalinya yang dapat mengalihkan perhatiannya dari liu. Namun tidak lama berselang dia mendengar sesuatu yang dia kenal sebelumnya. Dan suara itu kemudian menabraknya. Randy, troy dan keith melompat turun dari skateboard mereka. Jeff menjatuhkan pistol mainannya dan membuang topinya. Randy menatapnya penuh dengan rasa benci.“hallo jeff” kata randy. “kita punya sesuatu yang belum selesai” jeff melihat hidung randy yang memar. “aku rasa semuanya setimpal, aku menghajar kalian, namun kalian membuat saudaraku dikirim ke JDC”
Randy menunjukan raut muka marah di matanya. “aku tidak mencari seseatu yang seimbang, aku ingin menang. Kemarin kau menghajar kami, tapi tidak saat ini”. Randy menyerang jeff, mereka bergulingan di tanah. Randy memukul hidung jeff, dan jeff menarik kupingnya dan membanting kepala randy. Jeff mendorong randy. Anak anak mulai berteriak dan orang tua mereka mulai berdatangan. Troy dan keith mengambil senjata dari kantong mereka.
“jangan ada yang ikut campur!” ancam mereka. Randy mengambil pisaunya dan menusuk bahu jeff.
Jeff berteriak dan terjatuh. Randy kemudian menendanginya, namun kemudian jeff menarik kaki randy. Jeff berdiri dan berusaha pergi melalui pintu belakang, namun troy menangkapnya.
“butuh bantuan?” dia kemudian melemparkan jeff ke pintu. Ketika jeff mencoba berdiri, randy datang dan menendanginya hingga jeff muntah darah.
“ayo jeff!!! Lawan aku!!” dia mengangkat jeff dan melemparnya ke dapur. Randy mengambilsebuah botol dan menghantamkannya ke kepala jeff.
“lawan aku!” randy kemudian melemparnya ke ruang tamu.“ayo jeff, semangat sedikit!!!” jeff memalingkan mukanya, wajahnya penuh dengan darah. “aku adalah orang yang menyebabkan saudaramu digiring ke JDC! Kau seharusnya malu jeff!! Aku melakukan itu semua sedangkan kau disini hanya bengog seperti banci!!” ejek randy. Jeff mulai bangkit“akhirnya!!! Kau bisa berdiri dan melawan hah??” jeff berdiri sekarang, darah dan minuman bercampur membasahi wajahnya. Sekali lagi dia merasakan sensasi aneh dalam dirinya, perasaan yang sempat menghilang beberapa waktu lalu.
“akirnya dia bangun!” randy kembali mengejek jeff, kemudian dia mulai merangsek kembali. Saat itulah semuanya terjadi. Sesuatu dalam diri jeff meledak keluar. Kesadaran dan psikologisnya hancur dan terkoyak, semua pikiran warasnya hilang, apa yang dia rasakan adalah nafsu yang begitu kuat untuk membunuh. Dia mencekik leher randy dan membantingnya. Dia duduk diatas tubuh randy dan memukulinya dengan membabi buta. Pukulan pertama mendarat tepat di jantung randy, sehingga mengakibatkan shock jantung, jantung randy berhenti berdegup. Namun jeff yang kesetanan tetap menghajarnya, melampiaskan kemarahan dan nafsu membunuhnya. Darah mulai muncrat dari tubuh randy, sampai akhirnya randy tewas.
Semua orang melihat ke arah jeff, semuanya termasuk troy dan keith. Kemudian mereka tersadar dari rasa terkejut mereka dan mulai menodongkan pistol mereka ke arah jeff. Jeff berlari menaiki tangga, dan mereka mulai menembakinya secara bertubi tubi, namun tidak satupun yang berhasil mengenainya. Jeff mendengar keith dan troy memburunya. Ketika mereka kehabisan peluru, jeff menuju kamar mandi. Dia mengambil besi tempat handuk dan mencabutnya dari dinding. Troy dan keith mulai mendekatinya dengan pisau yang terhunus.
Troy mengayunkan pisaunya, namunjeff dapat menghindar, dan kemudian menghantamkan pipa besi dari tempat handuk ke wajah troy. Troy berhasil dibereskan, hanya tersisa keith. Keith lebih lincah, dia berhasil menghindar ketika jeff mengayunkan pipa besinya. Dia menjatuhkan pisaunya dan mencengkeram leher jeff. Dia mendorongnya ke dinding. Namun sebuah lotion untuk bleaching jatuh dan mengenai mereka berdua, merka kelabakan, namun jeff dengan sigap membersihkan mukanya dan meraih pipa besi menghajarkannya kembali ke kepala musuhnya. Keith menggelepar sekarat, bermandikan darah, namun kemudian keith tersenyum jahat.
“apa yang lucu?” tanya jeff. Keith mengeluarkan sebuah korek dan menyalakannya. “yang lucu adalah, kamu berlumuran bleach dan alkohol” mata jeff terbelalak ketika kemudian keith melemparkan koreknya ke arahnya. Api pun segera berkobar di seluruh tubuh jeff, alkohol menambah nyala api dan bleach membuat kulitnya mengelupas. Jeff berteriak dalam kesakitan. Dia berguling untuk memadamkan apinya, namun tidak berhasil, alkohol membuatnya benar benar terbakar. Dia berlari menuju lorong dan turun dari tangga. Semua orang yang ada mulai berteriak panik ketika melihat jeff. Jeff terjatuh dan nyaris tewas. Hal terakhir yang dia lihat adalah orang tuanya dan orang lain berusaha memadamkan api dari tubuhnya. Tidak lama kemudian dia jatuh pingsan.
Ketika jeff siuman dia mendapati seluruh tubuhnya diperban. Dia tidak bisa melihat apapun, dia merasakan nyeri di bahunya dan pedih di sekujur tubuhnya. Dia berusaha bangun, namun kemudian dia menyadariada selang di lengannya, ketika dia bangkit, selang tersebut lepas, dan perawat buru buru mendekatinya.
“kupikir kamu belum saatnya turun dari ranjang ini” kata perawat. Dia membibing jeff kembali ke pembaringan dan memasukan kembali selang infus. Jeff duduk, tidak melihat apapun, tidak tahu apa yang ada di sekelilingnya. Setelah beberapa jam, akhirnya dia mendengar suara ibunya.
“sayang… kamu baik baik saja?” tanyanya. Jeff tidak bisa menjawabnya, mukanya tertutup perban, dan dia tidak bisa berbicara. “oh sayang, aku punya kabar baik. Setelah beberapsaksi mengaku bahwa randy dulu yang menyerang kalian, kini liu dibebaskan” hal ini hampir membuat jeff meloncat kegirangan, namun dia teringat selang infusnya. “liu akan keluar besok, dan kalian akan bisa bersama kembali”Ibu jeff memeluk putranya dan berpamitan pergi. Beberapa minggu selanjutnya keluarga jeff datang berkunjung, saat itulah waktunya perban di seluruh tubuh jeff dijadwalkan untuk dilepas. Ketika dokter mulai membuka perbannya semua yang ada mulai merasa tegang, mereka menunggu sampai seluruh perbannya dilepas, sampai saat ketika perban di sekitar kepalanya nyaris dibuka, mereka menunggu semuanya dengan amat sangat tegang dan khawatir.
“mari kita berharap yang terbaik” kata dokter, dia melepaskan perban dan menunjukan wajah jeff yang terluka karena terbakar.Ibu jeff berteriak ngeri ketika melihat muka anaknya. Liu dan ayahnya diam tercekat, nampak sangat shock dengan keadaan jeff.“apa yang terjadi dengan wajahku? Tanya jeff. Dia bergegas turun dan menuju kamar mandi. Dia bercermin di kamar mandi dan melihat wajahnya yang kini nampak hancur dan aneh. Bibirnya terbakar sehingga nampak merah sekali. Kulit wajahnya terkelupas dan menyisakan warna putih yang mencolok, dan rambutnya berubah dari coklat menadi hitam pekat. Dia perlahan meraba wajahnya. Sungguh terasa halus. Dia melihat ke arah keluarganya, kemudian kembali memandang wajahnya di cermin.
“jeff” kata liu “tidak begitu buruk koq….”“tidak buruk?” kata jeff “ini sempurna!” seluruh keluarganya tentu saja sangat terkejut dengan penuturan jeff ini. Jeff mulai tertawa terbahak bahak. Keluarganya melihat mata dan tangan kirinya tampak berkedut.“errr.. jeff kamu tidak kenapa kenapa?”“baik baik saja? Aku tidak pernah merasa segembira ini! Ha ha ha ha haaaaaaaaa… lihat aku! Wajah ini sungguh sangat menggambarkanku!” jeff tidak bisa berhenti tertawa.apayang menyebabkan semua ini? Ketika jeff berkelahi dengan randy dia kehilangan kendali akan dirinya, kewarasannya hilang berganti dengan nafsu membunuh. Sekarang yang tersisa dari jeff hanyalah seorang mesin pembunuh yang gila, namun pada saat itu orang tuanya belum menyadarinya.
“dokter, apakah anaku baik baik saja… maksudku dengan pikirannya” kata ibu jeff“ini semua normal, kelakuannya identik dengan pasien yang terlalu banyak menggunakan penghilang rasa sakit. Jika kelakuannya tidak berubah dalam beberaa minggu segera kontrol kembali, kami akan memebrinya tes kejiwaan”“oh terima kasih dokter” ibu jeff kemudian mendekati jeff “ayo sayang… sudah saatnya pulang”Jeff berpaling dari cermin, wajahnya masih membentuk sebuah senyum seperti orang tidak waras. “ok bu… ha ha haaaaaaaaaaa!!!” ibunya merangkul jeff dan membantunya mengenakan baju.
“ini baru saja diantar” kata wanita di front desk. Ibu jeff melihat baju yang dikenakan sebelumnya oleh jeff. Ibu jeff kemudian memerintahkan anaknya untuk mengenakan kembali baju itu, yang kini telah bersih, sebuah baju dan celana hitam kemudian mereka pergi, tanpa menyadari bahwa sat itu adalah hari terakhir mereka.
Malam itu, ibu jeff terbangun oleh suara yang muncul dari kamar mandi. Kedengarannya seperti seseorang sedang menangis. Dia perlahan berjalan untuk mengecek. Ketika sampai di kamar mandi dia melihat sebuah pemandangan yang sangat mengerikan. Jeff telah mengukir sebuah senyum, mengiris pipinya menggunakan sebuah pisau.“apa yang kau lakukan jeff???” tanya ibunyajeff memandang ibunya. “aku tidak bisa berhenti tersenyum bu. Beberapa saat memang sakit. Tapi sekarang aku bisa tersenyum selamanya” ibunya meihat mata jeff, tampak hitam disekelilingnya.“jeff matamu???” mata jeff nampak tidak pernah tertutup“aku tidak mampu memandang wajahku, aku merasa lelah dan mataku tak kuasa untuk menutup. Aku bakar kelopak mataku sehingga aku bisa melihat wajahku selamanya, wajah baruku” ibunya mulai perlahan menjauhinya, menyadari bahwa jeff telah menjadi benar benar gila. “kenapa ibu? Bukankah aku nampak mempesona?”
“iya nak” katanya..”ya… kau sangat tampan sekarang. Bb-biar ibu ke ayahmu dulu, supaya ayahmu bisa melihat wajahmu juga” dia berlari ke kamar dan membangunkan suaminya. “ambil pistolmu kita…..” dia terhenti ketika dia melihat jeff dimuka pintu menggenggam sebuah pisau.
“ibu… kamu berbohong…” itu adalah kalima terakhir yang mereka dengar… jeff menerjang mereka dengan pisaunya, dan membunuh mereka dengan brutalnya…
Saudaranya, liu terbangun mendengar keributan diluar. Namun kemudian dia tidak mendengar apapun lagi… maka dia menutup matanya berusaha untuk tidur kembali. Ketika dia mulai terlelap, liu merasakan perasaan aneh, sepertinya ada seseorang yang mengawasi dirinya. Dia melihat sekeliling, namun tiba tiba jeff meloncat dan membekap mulutnya. Jeff perlahan mengangkat pisaunya bersiap untuk menghujamkannya ke tubuh liu. Liu berusaha memberontak dan melepaskan diri…..
Namun kemudian jeff dengan wajah “riangnya” berkata….“ssssshhhhh….. tidurlah”
…………………..
Jeff the killer adalah seorang psikopat, seorang pembunuh yang menjadi gila setelah tubuhnya terbakar ketika dia mendapatkan bully dari anak lain. Pada awalnya anak anak yang menyerangnya tidak mau mengakui bahwa merekalah penyebab jeff dan mereka berkelahi. Jeff dianggap sebagai biang keladinya, dan orang orang mulai menyalahkannya. Namun ketika salah satu dari mereka membakar jeff, sehingga dia dilarikan ke rumah sakit, akhirnya mereka mengakui seluruh perbuatannya.
Wajah jeff menjadi rusak… kulit wajahnya terkelupas putih, dan konon dia membakar kelopak matanya sendiri (versi lain mengatakan bahwa jeff mengirisnya) sehingga matanya selalu terbuka, dan dia merasa selalu terjaga. Selain tu juga dia mengiris pipinya sendiri, mengukir wajahnya sehingga selalu nampak tersenyum.
Setelah kejadian pembunuhan terhadap keluarganya, yang diyakini merupakan perbuatan jeff… dia kabur dan berkeliaran di malam hari mengincar korban korbannya. Ciri khas jeff sebelum membunuh korbannya dia akan selalu berkata “tidurlah……” dengan wajah “riangnya”
jeff masih berkeliaran di luar sana… membunuh siapa saja, dia datang ke kamar tidurmu suatu malam, membekap mulutmu, dan kemudian akan berusaha menenangkanmu, sebelum menikamkan pisaunya ke jantungmu…..

Jeff The Killer


PEMBUNUH MUKA RIANG MASIH BERKELIARAN
Setelah beberapa minggu terjadi beberapa kasus pembunuhan yang belum terungkap, pembunuh ini masih berkeliaran dan melkukan aksinya. Setelah beberapa bukti ditemukan, seorang anak laki laki yang selamat dari serangan pembunuh ini mengisahkan apa yang menimpanya.
“aku mengalami mimpi buruk dan tebangun di tengah malam” kata si anak, “aku melihat jendela terbuka, padahal sebelumnya aku yakin jendela terkunci sebelum tidur. Aku bangun dan kemudian menutupnya kembali dan kemudian aku kembali tidur. Namun kemudian aku merasakan perasaan aneh, seperti ada yang orang yang sedang mengincarku. Apa yang kulihat kemudian membuatku nyari melompat dari tempat tidur. Dalam remang remang aku melihat sepasang mata, mata ini aneh, tidak seperti biasanya,gelap dan tampak riang. Mata tersebut dibatasi warna hitam… dan sungguh membuatku ngeri mengingatnya. Saat itulah kemudian kulihat bagian mulutnya, sebuah bibir yang Nampak selalu tersenyum, senyum yang lebar, bahkan terlalu panjang dan lebar. Kemudian dia mengatakan sesuatu, namun apa yang dia katakan adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang gila, dengan nada yang bisa dilakukan hanya oleh orang gila saja”“dia berkata, ‘tidurlah’, akupun berteriak. Dia mengambil sebuah pisau berusaha menusuk jantungku. Dia melompat ke ranjang, aku melawannya, berusaha menyingkirkan dia dariku. Saat itulah kemudian ayah masuk ke kamarku. Pria yang menyerangku melemparkan pisaunya dan mengenai bahu ayah. Mungkin dia akan menghabisi ayah juga jika salah satu tetangga tidak menghubungi polisi.
“mereka menuju parkiran, dan berlari menuju pintu. Pria itu berlari menuju ;lorong. Aku mendengar suara kaca pecah. Ketika aku keluar dari kamar, aku melihat jendela yang mengarah ke bagian belakang rumah telah rusak. Aku melihatnya menghilang menjauh. Aku dapat mengatakan padamu satu hal, aku tidak akan bisa melupakan wajah itu. wajah dingin itu, mata jahatnya, dan senyuman gila dan sinting itu. semuanya itu tidak akan pernah bisa pergi dari pikiranku”.Polisi masih mencari pria ini. jika ada yang melihat orang dengan deskripsi seperti diatas, hubungilah segera kantor polisi terdekat.
…………………….
Jeff dan keluarganya baru saja pindah ke sebuah lingkungan baru. Ayahnya mendapat promosi, dan mereka berpikir akan lebih baik jika mereka pindah ke lingkungan “mahal” tu. Jeff dan saudaranya Liu tidak bisa protes. Siapa yang tidak menyukai rumah baru dan lebih bagus? Ketika mereka sedang mengapak barang, salah satu tetangga mereka mendekat.“hello” sapanya, “aku barbara; aku tinggal diseberang jalan dari tempat kalian. Well, aku hanya ingin memperkenalkan diriku dan mengenalkan kalian kepada anakku.” Dia berbalik dan memanggil anaknya. “billy kemarilah, mereka adalah tetangga baru kita” billy mengatakan “Hi” dan kembali bermain di halamannya.
“well” kata ibu jeff, “namaku Margaret, dan ini suamiku peter, dan dua putra kami; jeff dan liu” mereka saling berkenalan, kemudian Barbara mengundang mereka menghadiri pesta ulang tahun anaknya. Jeff dan saudaranya sebenarnya akan menolak, namun kemudian ibunya mengatakan bahwa dengan senang hati mereka akan datang. Ketika jeff dan keluarganya selesai beres beres, jeff mendatangi ibunya.
“ibu kenapa kau mengundang kami agar datang ke sebuah pesta anak anak? Aku bukan seorang anak yang bodoh asal kau tahu”“jeff” kata ibunya, “kita baru saja pindah, kita harus menunjukan sikap yang baik, niat baik untuk membaur, kita akan ke pesta itu, jangan membantah lagi” jeff hendak berkata lagi, namun mengurungkannya, dia tahu bahwa dia tidak akan mampu melakukan apa apa. Ketika ibunya telah memutuskan sesuatu, maka halt u tidak akan bisa dirubah lagi. Dia pergi ke kamarnya dan menuju ranjangnya. Dia duduk disana dan melihat atap kamar, tiba tiba dia merasakan perasaan aneh. Bukan rasa sakit, tapi…. Perasaan yang aneh. Dia anggap itu hanya sebuah perasaan tidak penting saja. Dia mendengar ibunya memanggil untuk mengangkut barang barangnya, diapun turun.
Keesokan harinya, jeff sedang berjalan mencari sarapan bersiap ntuk kesekolah. Ketika dia duduk sarapan, sekali lagi dia merasakan perasaan aneh itu. namun kali ini lebih kuat. Sedikit terasa sakit, namun kemudian dia mengabaikannya. Ketika dia dan liu selesai sarapan kemudian mereka menuju pemberhentian bus. Tiba tiba beberapa anak menggunakan skateboard melompat kea rah mereka, hanya beberapa senti dari tempat mereka berada. Jeff dan liu kaget “hey!! What the hell?”Anak tersebut turn dari skateboard dan menoleh. Dia tampaknya sekitar setahun lebih muda dari jeff, mengenakan baju aeropstale dan blue jeans.
“well, well, well. Nampaknya kita dapat mainan baru” tiba tiba, dua anak lainnya muncul. Salah satunya sangat hitam sedangkan yang lainnya berbadan sangat besar. “ well, karena kalian baru disini, aku hendak mengenalkan diri, itu adalah keith” jeff dan liu melihat ke arah anak yang hitam. Dia berwajah sangat menyebalkan, yang membuat siapa saja yang melihatnya ingin menghajar. “dan dia adalah troy”. Mereka menoleh ke anak gemuk satunya.
Dan aku randy, sekarang aku perlu mengatakan bahwa bagi semua anak disini ada sedikit ongkos tambahan, kuharap kalian mengerti” lio berdiri hendak menghajar bangsat kecil ini, namun salah satu temannya kemudian mengeluarkan pisau. “tck tck tck…. Kuharap kalian akan lebih pengertian… namun sepertinya kalian lebih suka pake kekerasan eh?” anak itu berjalan mendekati liu, mengambil dompetnya. Jeff kemudian merasakannya lagi, kali ini sanat kuat, terasa membakar!. Dia berdiri, namun liu mengisyaratkannya agar tetap duduk. Jeff mengabaikannya dan menuju ke para bangsat kecil itu.
“dengar keparat kecil… kembalikan dompet saudaraku” randy memasukan dompet liu ke kantongnya dan mengeluarkan pisaunya sendiri.
“oh? Trus kamu mau ngapain?” begitu dia selesai bicara, jeff menghajar hidungnya. Begitu randy hendak membalas, jeff meraih pergelangan tangannya dan mematahkannya. Randy berteriak dan jeff mengambil pisau dari tangannya. Troy dan keith menyerang jeff, namun jeff terlalu cepat untuk mereka. Dia melemparkan randy, troy melayangkan pukulannya, jeff menunduk dan menikam tangannya. Keith menjatuhkan pisaunya dan berteriak. Troy kemudian maju, namun jeff bahakan tidak membutuhkan pisau untuk menghadapi keparat bangsat satu ini. dia hanya meninjunya di perut dan seketika dia roboh. Liu tidak bisa berkata apa apa, dia hanya melihat jeff dengan takjub.
“jeff bagamana kau?” hanya itu yang bisa dia aktakan. Mereka melihat busa datang dan tahu bahwa mereka akan dituduh sebagai pembuat gara gara, semua yang terjadi mereka harus menanggungnya sehingga mereka berlari menjauhi tempat itu. ketika mereka berlari mereka melihat sopir bus menghampiri randy dan teman temannya. Jeff dan liu tiba disekolah, mereka tidak berani mengatakan apa yang telah terjadi, mereka hanya duduk dan mendengarkan. Liu hanya berpikir bahwa jeff telah berhasil menghajar berandalan itu, namun jeff lain, dia menyadari sesuatu, sesuatu yang lebih dari yang liu tahu. Jeff tahu bahwa apa yang ia rasakan kini merupakan sesuatu yang menakutkan, ketika dia merasakan sensasi itu, dia merasakan betapa dahsyatnya hal tersebut, sebuah dorongan untuk melukai orang lain. Memang terdengar jahat, namun jeff tidak bisa menyangkal bahwa dia merasakan nikmat, senang. Dia merasakan bahwa perasaan tersebut mulai memudar selama di sekolah. Ketika sampai dirumah orang tuanya menanyakan bagaimana harinya, dan dia menjawab dengan nada riang “hari ini adalah hari yang indah”. Keesokan paginya, dia mendengar pintu ruahnya di ketuk. Dia turun dan mendapati dua petugas polisi, dan ibunya menatapnya dengan marah.
“jeff, pak polisi mengatakan bahwa kau menyerang tiga orang anak. Dan hal tersebut bukan perkelahian biasa, mereka ditusuk!! Mereka ditusuk nak!!” jeff menunduk, seolah olah membenarkan ucapan ibunya.
“mereka dulauan yang mendongkan pisau kepada aku dan liu bu”“nak” kata polisi, “kami melihat tiga anak, dua ditusuk, satu memar di perut, dan kami punya saksi kalian kabur dari tkp. Hal itu menurutmu memberikan kesimpulan apa bagi kami?”Jeff tahu bahwa semua itu tidak berguna, tidak ada bukti yang menunjukan siapa yang menyerang duluan. Mungkin jeff bisa mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak kabur, namun bukti dan saksi mengatakan bahwa mereka memang kabur.jeff tidak berdaya untuk membela dirinya dan liu.
“panggil saudaramu” jeff tidak bisa melakukannya, karena dialah yang menghajar mereka.
“pak polisi… semua itu aku yang melakukan. Liu berusaha mencegahku, namun dia tidak bisa menghentikanku” polisi saling pandang dan kemudian mengangguk“baiklah nak. Sepertinya…”“tunggu!” liu berujar. Mereka melihat bahwa liu memegang sebuah pisau. Polisi ini kemudian mengambil senjata mereka dan menodongkan ke liu.“aku yang melakukannya, akulah yang telah menghajar berandalan itu, aku punya buktinya” dia menyingsingkan lengan bajunya dan menunjukan lebam dan luka, seperti layaknya bahwa dia telah berkelahi sebelumnya.“nak, letakkan pisaunya” kata petugas. Liu menurutinya, dia mengangkat tangannya dan berjalan menuju para polisi.“tidak liu, itu adalah ulahku, semuanya!” jeff mulai menangis“hmmm.. saudaraku yang malang… berusaha untuk melindungiku dari kesalahan yang sudah kuperbuat. Baiklah… bawa aku” polisi kemudian membawa liu menuju mobil patroli“liu katakana pada mereka bahwa akulah yang melakukannya! Katakan” ibunya memegang pundaknya.“jeff, berhentilah berbohong, kita tahu semuanya adalah ulah liu, kau tidak bisa menghentikannya” jeff terlihat pasrah ketika mobil polisi akhirnya pergi membawa liu. Beberapa menit kemudian ayah jeff pulang dan melihat wajah jeff, dia tahu bahwa ada sesuatau yang tidak beres
“ada apa nak?” jef tidak bisa menjawabnya. Kemudian ibunya mengabarkan berita buruk itu kepada suaminya, dan jeff pergi, menuju jalanan. Setelah sekitar satu jam jeff pulang, melihat kedua orang tuanya terlihat shock, sedih dan kecewa. Dia tidak mampu melihat keadaan mereka, karena semua adalah kesalahannya. Dia hanya ingin tidur, berusaha melupakan semuanya. Dua hari berlalu, tidak ada kabar dari liu di JDC. Tidak ada teman. Tidak ada hal lain selain rasa bersalah dan sedih. Sampai pada suatu hari, hari sabtu, ketika jeff dibangunkan oleh ibunya dengan wajah gembira.

# Bersambung...

Creepypasta Bahasa indonesia

Hii...
Apakah Anda Sering Membaca Creepypasta?,atau Anda Creepypasta Lovers?
Di Blog Aslinya,Cerita Creepypasta Bahasa inggris Semua,seringkali,pembaca agak kesulitan dalam menerjemahkan ceritanya...
Tapi,Jika Anda Tidak ingin repot menerjemahkan salah satu cerita creepy...
Di Blog ini Menyediakan Cerita Creepypasta Yang Sudah Saya Translate Sendiri!
Terkadang,Cerita Creepy itu kata katanya aneh dan tidak masuk akal...akan tetapi,banyak sekali peminatnya!
Cerita Creepy Di Blog ini Hanya Mentranslate Cerita Terpopuler Di Situs Creepypasta Aslinya!
Oke...Tanpa Basa Basi Lagi,Langsung Saja Ke Cerita!
Silahkan Pilih Cerita Di Samping ini >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

#SELAMAT MEMBACA!....
ingat: yang tidak kasat mata bukan berarti tidak ada!

haha :v